Internasional

Serasa di Black Mirror, Hotel di Jepang Gunakan Robot sebagai Resepsionis

33
×

Serasa di Black Mirror, Hotel di Jepang Gunakan Robot sebagai Resepsionis

Share this article
Serasa di Black Mirror, Hotel di Jepang Gunakan Robot sebagai Resepsionis
Ilustrasi hotel.

KenapaSih.com, Internasional – Sebuah hotel futuristik di Jepang menjadi perbincangan warganet usai pengalaman unik seorang influencer asal Argentina viral di media sosial. Bukan karena pelayanan mewah atau pemandangan indah, melainkan karena seluruh staf yang melayani tamu di hotel tersebut adalah robot.

Influencer dengan akun @manuenalemania membagikan video saat menginap di Henn na Hotel, Tokyo. Video yang telah ditonton lebih dari 88 ribu kali itu memperlihatkan interaksi langsung dengan robot yang bertugas sebagai resepsionis. “Rasanya seperti berada di episode Black Mirror,” tulisnya, merujuk pada serial fiksi ilmiah Inggris yang menggambarkan sisi gelap kemajuan teknologi.

Hotel ini memang dikenal sebagai pelopor layanan otomatis penuh di industri perhotelan. Di beberapa cabang bahkan digunakan robot berbentuk dinosaurus untuk menyambut tamu. Dalam video, terlihat sang influencer tampak canggung saat menjalani proses check-in melalui mesin, yang mengharuskannya memindai paspor dan memilih tanggal menginap. Tak lama kemudian, mesin tersebut mencetak kartu akses kamar disertai ucapan dari robot: “Check-in Anda telah selesai. Semoga Anda menikmati masa tinggal Anda.”

Henn na Hotel pertama kali dibuka di Nagasaki pada 2015 dan kini telah memiliki lebih dari 20 cabang di Jepang, termasuk di Tokyo, Osaka, dan Kyoto. Ekspansi internasional juga telah dilakukan ke Seoul dan New York, menjadikannya salah satu jaringan hotel berkonsep robotik terbesar di dunia.


Hotel Robot di Jepang Tuai Pro-Kontra

Meski menghadirkan pengalaman futuristik, konsep hotel berteknologi tinggi ini justru memicu reaksi beragam. Tak sedikit warganet menyebut suasananya terasa dingin dan tak bersahabat. “Beginilah awal dari film horor,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Sebaliknya, ada pula yang memuji efisiensi layanan robot. “Setidaknya mereka tidak punya sikap buruk seperti manusia,” komentar pengguna lain.

Menariknya, meski mengusung konsep otomatis, pihak hotel dilaporkan sempat memangkas setengah jumlah staf robot dan kembali mempekerjakan pegawai manusia. Alasannya, robot dinilai kurang responsif dalam menangani keluhan serta kesulitan memahami permintaan tamu.

Fenomena hotel robotik ini juga menjadi bahan diskusi hangat di China, di mana teknologi serupa mulai diterapkan secara terbatas, seperti untuk pengantaran makanan ke kamar.

“Ini hanyalah hambatan kecil menuju masa depan di mana AI menggantikan manusia sepenuhnya,” tulis seorang pengguna di media sosial.