Lewati ke konten utama
Minggu, 13 September 2026
Gaya

Kenapa Look Kebaya Ariel Tatum di Mangkunegaran Masih Dibahas

Ariel memakai kain sogan batik tulis yang kontras dengan busana kebaya yang dikenakan. Make up dilakukan oleh dirinya sendiri dengan gelung rambut yang dikepang dan dibuat gelung cepol dengan hiasan emas ukiran dengan detail bunga mawar. Bros emas menyemat pada bagian kancing depan senada dengan tas yang dikenakannya.

Dua minggu setelah resepsi di Pura Mangkunegaran, foto Ariel Tatum berkebaya pink muda masih masuk portal gaya. Acara itu bukan miliknya. Ia tamu.

Yang terus dibahas bukan skandal, melainkan busananya. Kebaya Rangkai Mawar, rancangan Didiet Maulana untuk Svarna by IKAT Indonesia, label yang sama mengerjakan pakaian kedua mempelai.

Look itu bertahan karena lengkap: keraton, desainer lokal, motif yang punya makna, dan kebaya yang diperlakukan sebagai pakaian tamu, bukan kostum pengantin.

Resepsi di istana, bukan kondangan biasa

Undangan datang dari GRAy Retno Astrini. Yang menikah adalah putri bungsunya, BRAy YM Tunku Aishah Johara Binti Tunku Abu Bakar, dengan Muhammad Idris Ismail Yahya. Lokasinya Pura Mangkunegaran. Itu cukup untuk menaikkan taruhan busana setiap tamu.

Ariel Tatum berkebaya pink berbicara dengan tamu pria berbusana Jawa di resepsi Pura Mangkunegaran
Ariel Tatum sebagai tamu resepsi di Pura Mangkunegaran, Surakarta, 29 Agustus 2026.

Di ruang seperti itu, salah kostum terasa lebih keras daripada di hotel ballroom. Terlalu modern, terasa tidak hormat. Terlalu kaku, terasa kostum. Ariel memilih jalur tengah: kebaya yang jelas Jawa, tetapi dipotong agar tubuh dan kamera sama-sama nyaman.

Didiet Maulana, yang sudah berulang kali merancang kebaya untuk Ariel, menempatkan look ini sebagai kelanjutan hubungan kerja, bukan proyek sekali pakai. Di media sosial, ia merinci keputusan desainnya satu per satu.

Apa yang dikenakan Ariel Tatum

Ariel Tatum full body berkebaya pink muda dan kain sogan batik tulis di taman Pura Mangkunegaran
Full look Ariel Tatum: kebaya pink muda bermotif mawar, selendang senada, kain sogan batik tulis, clutch emas, dan gelung cepol berhias emas.

Kebaya Rangkai Mawar berwarna pink muda. Motif mawar pink menyebar halus di kain. Dari jauh terlihat lembut. Dari dekat, bunga itu tetap terbaca.

Menurut Didiet, motif itu dipilih karena makna yang ingin dibawa ke resepsi.

Mawar pink, katanya, “melambangkan kemurnian, ketulusan, dan kesucian hati.

Neckline dibuat menyerupai kalung yang jatuh di bahu. Efeknya seperti perhiasan yang sudah menyatu dengan kain. Leher tidak perlu ditumpuk aksesoris.

Bagian punggung lebih berani. Bukaan belakang mengambil bentuk panel kebaya kutubaru, lalu diikat tali satin. Ujung tali diberi manik-manik. Itu detail yang baru kelihatan ketika Ariel berbalik.

Bawahannya kain sogan batik tulis. Cokelat tua. Kontrasnya disengaja. Pink tetap hangat, sogan menahan look agar tidak manis berlebihan.

Di kancing depan tersemat bros emas, senada dengan tas. Rambut digelung cepol dari kepang, lalu diberi hiasan emas ukiran bunga mawar. Lipstik terracotta. Makeup dikerjakan Ariel sendiri.

“Make up dilakukan oleh dirinya sendiri dengan gelung rambut yang dikepang dan dibuat gelung cepol dengan hiasan emas ukiran dengan detail bunga mawar. Bros emas menyemat pada bagian kancing depan senada dengan tas yang dikenakannya,” tulis Didiet.

Kenapa look ini terus naik di portal gaya

Foto itu tidak berhenti di Instagram desainer. Liputan6, IDN Times, KapanLagi, hingga HaiBunda masih memuatnya pada pekan pertama dan kedua September. Bukan karena ada skandal. Karena look-nya lengkap: lokasi keraton, desainer lokal, makna motif, dan wajah yang sudah lama dianggap pas dengan kebaya.

Ariel Tatum memang bukan pendatang baru di wilayah ini. Didiet sendiri pernah menyebutnya klien, sahabat, sekaligus adik. Mereka sudah melalui kebaya putih, kebaya rangkai melati, kutubaru, hingga songket. Rangkai Mawar adalah satu bab lagi dari kolaborasi yang sudah berjalan bertahun-tahun.

Yang membedakan malam Mangkunegaran adalah konteksnya. Ariel bukan pengantin. Ia tamu. Tetap saja busananya diselaraskan dengan rumah mode yang mengerjakan pakaian mempelai. Ada benang merah visual di satu acara, tanpa membuat tamu menyaingi pengantin.

Itu yang membuat look ini dipakai media sebagai argumen sederhana: kebaya masih bekerja di 2026 jika diperlakukan sebagai pakaian, bukan kostum upacara.

Kebaya yang tidak hanya untuk pengantin

Di Indonesia, kebaya sering dikunci pada dua fungsi. Resmi. Atau konten Hari Kebaya. Malam di Mangkunegaran menambahkan fungsi ketiga yang lebih sehari-hari bagi kalangan publik figur: busana tamu yang tetap sopan di ruang adat, tetap hidup di kamera.

Detailnya mendukung argumen itu. Neckline kalung mengurangi kebutuhan perhiasan. Punggung kutubaru memberi napas modern tanpa meninggalkan siluet lama. Sogan menambatkan pink ke Solo. Makeup dikerjakan sendiri, jadi look-nya tidak terasa seperti hasil tim glamor penuh.

Tidak ada pengumuman tren nasional dari satu malam ini. Yang ada adalah bukti sirkulasi: kebaya lokal, dipakai di keraton, lalu masuk kanal gaya selama lebih dari seminggu. Itu pola yang biasa terjadi jika look-nya rapi dan ceritanya mudah diceritakan ulang.

Apa yang perlu dilihat selanjutnya

Yang perlu diawasi bukan apakah Ariel akan berkebaya lagi. Ia sudah sering. Yang lebih menarik adalah apakah Svarna by IKAT dan nama-nama sejenis mampu menjaga posisi itu di luar momen keraton: di kondangan kota, di konten harian, di rak ritel, bukan hanya di unggahan desainer.

Untuk saat ini, yang tercatat jelas hanya ini. Pada 29 Agustus 2026, di Pura Mangkunegaran, Ariel Tatum datang dengan Kebaya Rangkai Mawar. Pink muda, mawar, sogan, gelung, bros emas. Tamu, bukan pengantin. Tetap jadi bahasan.

Sumber: Liputan6, IDN Times, KapanLagi, HaiBunda

Tag: · · · · · · · · · ·