Lewati ke konten utama
Selasa, 15 September 2026
Tekno

Cara Cek Rekening Penipu di CekRekening.id sebelum Transfer

“Benar (resmi). Cekrekening.id didedikasikan khusus untuk pengecekan nomor rekening bank.” Ferdinandus Setu, Kepala Biro Humas Kominfo, 11 September 2018. “Pemutusan akses situs tidak cukup. Yang harus diputus juga adalah keseluruhan ekosistemnya, terutama rekening-rekening penampung yang menjadi leher dari ekosistem judi online.” Meutya Hafid, Menteri Komdigi, 14 Juli 2026.

Cara cek rekening penipu di CekRekening.id paling sederhana adalah membuka portal resmi pemerintah, memasukkan nomor tujuan, lalu membaca riwayat laporannya sebelum uang dikirim. Situs itu dikelola Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai kanal pencegahan tindak pidana transaksi elektronik. Sejak diluncurkan pada 2017, fungsinya tetap sama: menampung laporan rekening bermasalah dan memberi masyarakat alat cek cepat.

Portal itu bukan mesin yang “melihat isi rekening orang”. Yang tampil adalah rekam jejak laporan. Kalau nomor pernah dilaporkan dan laporannya lolos verifikasi, sistem menampilkan status, kategori kasus, dan jumlah laporan. Kalau belum ada laporan, muncul keterangan bahwa nomor itu belum pernah didaftarkan atau dilaporkan. Dua hasil itu wajib dibaca dengan cara berbeda.

Cara periksa rekening di CekRekening.id

Buka https://cekrekening.id/home di peramban ponsel atau komputer. Pilih menu Periksa Rekening, lalu tentukan jenis akun: bank, e-wallet, atau exchanger kripto. Pilih nama bank atau penyedia jasa, masukkan nomor, centang reCAPTCHA, lalu tekan Cek Sekarang.

Format nomor harus bersih. FAQ resmi meminta nomor rekening tanpa spasi, tanpa tanda strip, dan tanpa tiga digit kode bank. Untuk e-wallet, masukkan nomor yang diawali 08. Kesalahan ketik satu digit sudah cukup membuat hasilnya kosong, padahal nomor aslinya mungkin sudah berkali-kali dilaporkan.

Hasil cek biasanya jatuh ke salah satu dari dua kotak. Nomor yang bersih menampilkan pesan semacam “Rekening belum pernah dilaporkan dan didaftarkan” atau “Nomor Rekening Ini Belum Pernah Dilaporkan Terkait Tindak Penipuan Apa pun!”. Nomor yang bermasalah menampilkan data laporan: kapan pertama kali masuk, status verifikasi, dan jenis kasus. Beberapa laporan media menyebut data pemilik bisa muncul pada rekening yang terindikasi pidana, tetapi yang pasti dari situs resmi adalah riwayat laporan, bukan identitas lengkap nasabah bank.

Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo kala itu, Ferdinandus Setu, menegaskan status resmi portal ini ketika situs sempat viral.

“Benar (resmi). Cekrekening.id didedikasikan khusus untuk pengecekan nomor rekening bank.” Ferdinandus Setu, Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, kepada Kompas.com, 11 September 2018.

Layanan itu gratis. Tidak ada aplikasi tambahan. CekRekening.id juga mengingatkan di kanal resminya bahwa petugas tidak meminta data pribadi lewat pesan mendadak, tidak memungut biaya, dan tidak menghubungi pengguna untuk urusan mencurigakan.

Apa arti hasil cek dan batasannya

Hasil kosong sering disalahartikan sebagai “rekening aman”. Itu keliru. Portal hanya menampilkan laporan yang sudah masuk dan diverifikasi. Pelaku baru, rekening mule yang baru dibuka, atau korban yang belum sempat lapor tidak akan muncul di basis data. Kompas sudah menulis peringatan yang sama sejak 2023: nomor yang belum dilaporkan tidak serta-merta terpercaya.

Ada batas teknis yang jarang ditulis lengkap di artikel turunan. Formulir lapor secara tegas menolak QRIS dan virtual account. Yang diterima adalah nomor rekening bank. Bukti yang diunggah dibatasi lima berkas, masing-masing maksimal 3 MB, format .jpg, .png, atau .pdf. Bukti yang diminta konkret: scan bukti transfer, tangkapan layar transaksi, dan percakapan lengkap dari awal sampai akhir, bukan selembar chat terpotong. Setiap laporan melalui verifikasi dulu, jadi nomor tidak otomatis masuk daftar hitam hanya karena seseorang mengisi formulir.

CekRekening.id juga bukan satu-satunya jalur. Indonesia Anti-Scam Centre di bawah OJK menampung laporan scam keuangan lewat iasc.ojk.go.id dan kontak OJK 157. Data IASC per 31 Agustus 2026 mencatat 668.441 laporan sejak 22 November 2024, 1.276.688 rekening terverifikasi, dan 659.419 rekening diblokir. Dana korban yang berhasil diblokir Rp771,2 miliar. Yang sudah dikembalikan Rp206 miliar. Angka itu menjelaskan kenapa cek sebelum transfer lebih murah daripada mengejar uang yang sudah pindah.

Cara lapor, daftar whitelist, dan ajukan sanggah

Korban yang sudah transfer tetap perlu lapor. Menu Laporkan Rekening meminta keterangan rekening, biodata terlapor, biodata pelapor, kronologi berurutan waktu, dan bukti. Kronologi yang berguna memakai pola 5W1H: siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana. Setelah dikirim, status laporan diberitahukan lewat email.

Fitur ketiga adalah Daftarkan Rekening. UMKM atau penjual daring bisa mengajukan whitelist agar rekening mendapat centang biru dan kode QR yang mengarah ke CekRekening.id. Verifikator mengundang pemohon lewat email dan WhatsApp atau SMS untuk pemeriksaan identitas, dokumen usaha jika ada, lalu wawancara daring. Centang biru hanya menyatakan identitas pemilik sudah diverifikasi secara faktual, bukan jaminan dagangan selalu sampai.

Pemilik rekening yang merasa salah dilaporkan punya hak sanggah. Setelah nomor dicek, pilih Ajukan Sanggah, lalu unggah identitas dan bukti percakapan. Dalam kasus tertentu, admin mempertemukan pelapor dan terlapor lewat Online Dispute Resolution selama sekitar 15 menit. Jika bukti pelapor tidak berdiri, rekening bisa dinormalisasi dan keluar dari daftar. Jika tidak ada kata sepakat, status bisa berubah menjadi dispute.

Laporan di portal ini bukan laporan polisi. Untuk pemulihan dana, tetap buat laporan ke bank pengirim, IASC, dan kepolisian. Semakin cepat rekening tujuan dilaporkan, semakin kecil peluang dana dipecah ke rekening lain.

Kenapa cek dulu tetap perlu meski hasilnya bersih

Skala masalahnya sudah melewati urusan “pembeli marketplace tertipu”. Di OJK Banking Forum 2026 di Jakarta, 14 Juli 2026, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan masyarakat mengirim lebih dari 156.000 laporan rekening lewat CekRekening.id terkait judi daring maupun penipuan. Dari sekitar 38.000 rekening yang diteruskan Komdigi ke OJK, sekitar 32.500 rekening berhasil diblokir, atau 88,5 persen. CNN Indonesia menulis angka pemblokiran 32.453 rekening setelah verifikasi.

“Pemutusan akses situs tidak cukup. Yang harus diputus juga adalah keseluruhan ekosistemnya, terutama rekening-rekening penampung yang menjadi leher dari ekosistem judi online.” Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital, OJK Banking Forum 2026, 14 Juli 2026.

Itu alasan cek 30 detik sebelum transfer masih masuk akal. Harga barang jauh di bawah pasaran, desakan “transfer sekarang atau hangus”, permintaan pindah ke chat pribadi, dan rekening atas nama orang yang tidak sesuai toko adalah sinyal untuk berhenti. Cek nama penerima di aplikasi bank juga tetap perlu, karena CekRekening.id tidak menggantikan konfirmasi nama di mobile banking.

Untuk isu serupa seputar layanan digital pemerintah dan cara menghindari jebakan daring, ulasan lain ada di rubrik tekno KenapaSih. Setelah cek di portal, keputusan tetap di tangan pengirim: tahan dulu, minta bukti tambahan, atau batalkan transfer.

Sumber: CekRekening.id (Komdigi); Siaran Pers Kominfo 53/HM/KOMINFO/05/2017; OJK/IASC; Kompas.com; Kontan; CNN Indonesia

Tag: · · · · · ·